gaji supir di jakarta 2015

selalu ada yang di atas saya atau istilah sehari-harinya “diatas langit masih ada langit”. hal itu artinya seberapa hebat saya jelas ada yang lebih dari kami.

menceritakan kehebatan saya tentu terurai kata-kata bagus dan menawan, seolah-olah saya sudah sempurna. sehingga tak jarang kami kurang ingat dan besar kepala, menganggap kita yang paling diinginkan. akhirnya timbul pengharapan yang berlebihan menyangkut penghasilan yang kita terima. dan ternyata setelah apa yang kita berikan dan kita peroleh tidak sesuai harapan, kami pun kecewa. sebenarnya berapa sih saya harus dibayar?

jawabannya sederhana: semua tergantung budget user saya. sebagai supir professional seharusnya memahami bahwa hak dan kewajiban yang tertulis di surat kontrak itulah yang akan kami dapati. ada perusahaan yang memberikan kuota pendapatan yang bagus namun tak jarang perusahaan yang memberikan salary dan allowances dibawah standar umr.

sebagai contoh mengenai perhitungan lembur untuk user pribadi dimulai dari angka 10rb per jam sampai 20rb, atau perusahaan dimulai dari angka 12rb sampai oleh perhitungan normatif sesuai ketentuan pemerintah yaitu umr dibagi 173 dikali 1. 5 di jam pertama dan dikali 2 di jam selanjutnya (weekday).

mengharapkan sesuatu yang lain diluar kontrak tertulis sebaiknya tidak kita lakukan. sekiranya temen kita sesama supir mendapat tambahan kebaikan dari “boss”nya setiap hari atau tampaknya ada pun yang tidak sempat mendapatkan uang tengkyu dari “boss” selama bertahun-tahun bekerja. sekali lagi saya tidak butuh berkehendak. kita cukup bekerja professional dan tentunya setiap tahun jelas ada kenaikan sesuai aturan yang berlaku.

fakta yang unik, semakin banyak uang terkadang membuat orang semakin pelit alias perhitungan yang ketat, hal itu boleh jadi yang membuatnya menjadi kaya. mesti dicontoh? atau seperti kata orang pendapatan bertambah tapi berasa makin kurang alias kagak cukup, karena tradisi suka mampir akhirnya kelewatan piara kambing baru…. abis bosen nyate melulu…. weleh weleh

berapa pendapatan tertinggi seorang driver di indonesia?

banyak pertanyaan mengenai jumlah atau besaran lemburan seorang supir dalam skala perjamnya. bertalian tidak adanya penetapan standar yang disepakati user, provider maupun driver, setiap user akhirnya menetapkan sendiri berapa lembur yang cocok untuk supirnya. namun kepantasannya kebanyakan berdasarkan efesiensi dan alokasi serta kemampuan finansial dari user.

padahal pemerintah lewat kepmen menakertrans no. 102/men/vi/2004 atau uu no 13 tahun 2003 telah menjelaskan trik menghitung upah lembur yaitu umr/173 x 1, 5 = upah lembur jam pertama dan umr/173 x 2 = upah lembur jam kedua dan seterusnya.

contoh:
umr 2015 jakarta = 2. 700. 000,-
bila seorang driver mendapat lembur atau overtimenya 4 jam dalam sehari maka upah lembur yang dihasilkan adalah sbb:
jam pertama = 2. 700. 000/173 x 1, 5 = 23, 410
jam kedua dst =2. 200. 000/173 x 2 = 31, 213
jadi lembur yang diperoleh yaitu: 23, 410 + (31, 213 x 3 jam) = 117, 051

dari perhitungan diatas maka pendapatan driver bersama overtime rata-rata 4 jam perharinya adalah rp 5, 341, 020 termasuk tambahan uang transport rp 15, 000 perhari. bagaimana kalau seorang driver bekerja bersama 8 jam lembur setiap hari? jangan heran kalau ada driver yang berpenghasilan rp 14 juta perbulan,  sungguh jumlah yang fantastis. mau?

Leave a Comment